
Imam Ahmad pernah ditanya, “Jika seseorang hafal 100 ribu hadis, apakah ia sudah menjadi faqih?”
“Belum.”
200 ribu?
“Belum.”
300 ribu?
“Belum.”
Lalu ketika ditanya, “400 ribu?”
Imam Ahmad hanya mengangkat tangannya, seolah berkata, “Kurang lebih… baru di titik itu.”
Dan itu pun baru syarat awal untuk mulai berfatwa.
Bukan tanda seseorang sudah menjadi ulama. Bukan pula titel yang bisa ditempelkan atau diwariskan begitu saja.
Zaman berubah. Informasi lebih cepat. Panggung lebih bising.
Tapi ukuran ilmu tak pernah turun derajat.
Ilmu bukan suara keras. Bukan sorban. Bukan viral. Bukan amarah.
Ilmu adalah cahaya. Maka lihatlah sinarnya, lihatlah karyanya, lihatlah keteduhannya.
Karena pewaris nabi bukan sekedar mereka yang lantang, tetapi mereka yang terang.







