
Ada legenda Aztec tentang seekor burung kecil.
Ketika hutan terbakar, semua hewan melarikan diri.
Tapi burung mungil itu justru terbang ke arah api, membawa setetes air di paruhnya.
Hewan-hewan lain mengejek:
“Untuk apa? Itu tak akan cukup memadamkan api sebesar ini.”
Burung kecil itu menjawab:
“Aku tahu tetesanku takkan cukup.
Tapi aku ingin kelak bisa berkata:
aku telah berbuat semampuku. Dan aku tidak tinggal diam.”
Begitulah flotilla hari ini.
Kapal-kapal kecil mencoba menembus blokade besar.
Tetesan air melawan samudera api.
Bukan karena yakin bisa memadamkan semua api, tetapi karena nurani menolak untuk berdiam diri.
Agar mereka sanggup berkata kepada dunia dan anak-cucu mereka nanti:
Kami telah berusaha menolong semampunya.
Kami tidak tinggal diam.







