
Nabi Ibrahim (AS) lama menunggu kehadiran seorang anak.
Doa yang panjang.
Penantian yang sunyi.
Lalu Allah mengabulkan.
Nabi Ismail (AS) datang sebagai pemberian.
Tetapi pemberian datang bersama ujian.
Apakah Nabi Ibrahim (AS) lebih mencintai pemberian, atau lebih tunduk kepada Sang Maha Memberi?
Di situlah makna kurban.
Sang Maha Kaya tak butuh harta.
Sang Maha Memberi tak perlu diberi.
Kurban adalah cermin hati:
Apakah yang kita miliki lebih kita cintai daripada Dia Yang Maha Memberi?





