
Ada wasit top Afrika yang ditolak masuk meski dilaporkan telah memiliki visa.
Ada tim yang dikondisikan bermalam di Meksiko, tetapi harus bermain di Amerika Serikat, lalu kembali lagi untuk pemulihan dan persiapan.
Melelahkan. Tidak adil. Ganjil.
Lalu, sejumlah peserta dari negara tertentu menghadapi kendala masuk dan pemeriksaan panjang, sementara yang lain tidak.
Terakhir, muncul lagi kontroversi: kartu merah yang semestinya berujung sanksi larangan bermain, tiba-tiba sanksinya ditangguhkan setelah ada telepon dari satu kepala negara.
Bahkan UEFA sampai geleng-geleng kepala memprotes absurditas ini.
Iya, di liga tarkam atau Sunday League sekalipun, ini tidak bisa diterima, apalagi di Piala Dunia.
Sepak bola itu seharusnya sederhana.
Aturannya sama.
Lapangannya sama.
Kesempatannya sama.
Dan hasil akhirnya harus ditentukan di dalam lapangan, bukan dengan lobi dan intrik di luar lapangan.
Jadi hari ini, yang menang bukan politik.
Hari ini, yang menang adalah sepak bola, karena hasilnya ditentukan di lapangan sepak bola.






