
Suatu hari, Imam Ahmad muda duduk di majelis Imam Syafi‘i.
Di bajunya ada bercak tinta, tanda kesungguhannya mencari ilmu.
Merasa malu, ia mencoba menutupinya.
Imam Syafi‘i tersenyum dan berkata lembut:
“Wahai anak muda, mengapa engkau sembunyikan?
Bagi orang biasa, tinta itu hitam.
Tapi bagi pencinta ilmu, tinta itu putih: cahaya pengetahuan.”
Tahun-tahun pun berlalu.
Imam Ahmad kini melihat para santri muda datang kepadanya dengan pakaian bertinta, membawa pena dan semangat.
Beliau pun tersenyum, lalu berucap:
“Tinta-tinta itu adalah lentera Islam.”
Hari ini, warisan itu tetap hidup pada para santri. Menghafal, menulis, memahami.
Warisan ilmu.
Warisan adab.
Warisan cahaya.
Selamat Hari Santri.
Untuk para kiai, guru, dan penuntut ilmu — semoga Allah melipatgandakan pahala dan menerangi langkahmu selalu.
5 ming
Tambahkan komentar…







