
Rasulullah ﷺ pernah ditanya:
“Wahai Rasulullah, doa apakah yang paling didengar?”
Beliau ﷺ menjawab:
“Doa pada bagian akhir malam dan setelah shalat wajib.” (HR. Tirmidzi No. 3499)
Waktu itu tidak panjang, tapi paling jujur.
Ketika tubuh masih hangat oleh sujud dan ruh belum kembali ke hiruk pikuk dunia.
Itulah saat di mana doa menjadi paling murni.
Tanpa pretensi, tanpa gengsi, sepenuh hati. Ia tumpahkan semuanya pada Tuhan-Nya.
Guru Imam Syafi‘i, Imam Sufyān bin ‘Uyainah pernah berkata:
“Ketika engkau shalat, engkau berbakti kepada Allah. Ketika engkau berdoa untuk orang tuamu setelah shalat, engkau berbakti kepada mereka.”
Antara sujud dan doa di sanalah letak bakti dan cinta kepada Allah dan orang tua.
Buku ini lahir dari kesadaran itu:
Bahwa zikir bukan sekadar lafaz,
dan doa bukan sekadar permintaan,
melainkan perpanjangan ibadah
dari ruh yang masih ingin mengadu kepada Tuhannya.
Semoga buku kecil ini bermanfaat. Selamat melangitkan doa.
@gramedia.com @bipgramedia







