
Sepak bola dan kehidupan tidak melulu tentang menang atau kalah.
Ia tentang bagaimana kita menjaga kehormatan dalam setiap proses, dan menerima hasil dengan kedewasaan.
Di SSB RIFA, kami menegakkan empat pilar sebagai fondasi.
Dan ini menjadi nasihat dan pengingat bagi diri sendiri terutama, serta jika bermanfaat, bagi yang lain.
Pertama, Respect (R).
Hormati diri sendiri.
Hormati kawan dan lawan.
Hormati pelatih dan orang tua.
Hormati penonton yang hadir.
Kalau kamu rutin datang terlambat di latihan, itu berarti kamu tidak respect pada kemajuan diri sendiri, serta pada teman dan pelatihmu.
Kedua, Integritas (I).
Berlatih dengan jujur.
Bermain dengan benar.
Integritas tidak diukur saat kita diawasi.
Integritas terlihat saat kita punya kesempatan untuk berbohong dan memilih untuk tidak melakukannya.
Tidak ada ruang untuk diving, berbohong, dan pura-pura menyelesaikan latihan tertentu.
Pelatih dan wasit mungkin tidak tahu, tapi kamu tahu itu.
Ketiga, Fair Play (F).
Sportivitas adalah ruhnya olahraga.
Menang atau kalah itu biasa.
Tapi saat menang tak boleh sombong.
Kalah, tidak mencari alasan.
Boleh bermain keras, tapi tidak boleh ada niat untuk mencederai lawan.
Kita bertanding untuk menjadi lebih baik, bukan untuk merusak.
Keempat, Accountability (A).
Baik dan buruk adalah tanggung jawab kita.
Bukan wasit.
Bukan lawan.
Bukan keadaan.
Berkembang atau tidaknya seorang pemain, ada pada dirinya sendiri.
Pada akhirnya, sepak bola itu bukan soal talenta belaka, tapi tentang membentuk manusia seutuhnya.
Percayalah: Respect the process. Honor the game. Results will follow.
This is RIFA’s way. @royalindonesia.fa





