
27 Agustus 1883. Gunung Krakatau meletus.
Suara letusannya terdengar hingga ribuan kilometer.
Di Aceh, tentara Belanda mengira benteng mereka telah diledakkan oleh para pejuang Aceh.
Namun di Makassar, orang-orang mengira ada kapal yang sedang dalam bahaya dan meminta pertolongan.
Dua kapal cepat pun segera berangkat mencarinya.
Mereka bahkan belum tahu apa betul ada kapal yang membutuhkan pertolongan.
Tapi mereka tetap berangkat.
Suara yang sama.
Di satu tempat dianggap ancaman.
Di tempat lain dianggap panggilan untuk menolong.
Barangkali kepedulian bermula dari cara kita memilih menafsirkan suara dari kejauhan.
Sumber: Simon Winchester, Krakatoa.



