
BRICS adalah rumah bagi hampir separuh penduduk bumi, sekitar 4 miliar jiwa.
“Kesebelasan” BRICS juga mencakup sekitar 40% GDP dunia dan 26% perdagangan global.
Artinya sederhana: kekuatan ekonomi dan politik dunia kini semakin tersebar.
Indonesia hadir di BRICS bukan untuk masuk blok baru.
Indonesia hadir untuk memperluas ruang gerak diplomasi dan ekonomi di forum yang mengakui Bandung Spirit sebagai salah satu pijakannya.
Ada dua makna utama.
Pertama, memperkuat politik luar negeri bebas aktif di dunia yang makin multipolar.
Kedua, membuka peluang perdagangan, investasi, pembiayaan pembangunan, teknologi, dan kerja sama mata uang lokal di tengah sebagian dunia yang semakin protektif.
BRICS bukan tujuan akhir.
Ia adalah panggung strategis untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan ikut membentuk tata dunia yang lebih adil.
BRICS bukan soal berpihak. Ini soal berpijak.




