
Plutarch bercerita tentang Nicias, salah satu orang terkaya dan paling terpandang di Athena.
Namun, di balik kekayaan dan kedudukannya, Nicias memiliki satu kelemahan: ia sangat takut reputasinya rusak.
Ia takut kepada para sykophants, penuduh oportunistis yang dapat menyeret seseorang ke perkara atau menciptakan masalah bagi nama baiknya. Karena itu, Nicias kerap memberi mereka uang agar tidak mengganggunya.
Masalahnya, orang kemudian belajar sesuatu: Menekan Nicias menghasilkan uang.
Semakin ia membeli ketenangan, semakin bernilai pula ancaman terhadap dirinya.
Plutarch bahkan menggambarkannya dengan sangat tajam: ketakutan Nicias menjadi sumber pendapatan bagi orang-orang buruk.
Pelajarannya sederhana.
Menjaga reputasi itu penting. Tetapi terlalu takut kehilangan reputasi dapat membuat kita menjadi tawanan dari mereka yang mengancamnya.
Kadang, ketika kita terus membeli keheningan, kita justru sedang menaikkan harga keheningan berikutnya.
Karena ketika orang tahu ketakutanmu bisa dibeli, ketakutanmu akan mulai dijual.



