
Cicero pernah berkata: “Urat nadi perang adalah uang yang tak terbatas.”
Dan ia benar.
Perang membutuhkan biaya.
Senjata, tentara, logistik, teknologi, semuanya dapat beroperasi karena adanya pembiayaan.
Tapi itu bukan seluruh cerita.
Ibnu Khaldun melihat sesuatu yang tak kasat mata.
Ia menyebutnya ‘asabiyyah’: ikatan yang membuat sebuah bangsa berdiri sebagai satu tubuh.
Sesuatu yang tak bisa dibeli.
Tak bisa diproduksi.
Tapi menentukan apakah sebuah bangsa bertahan atau runtuh.
Karena asabiyyah itu bersumber dari tujuan yang diyakini dan perjuangan yang dijalani bersama.
Ya, uang memang menggerakkan perang.
Tapi yang membuat sebuah bangsa bertahan bukanlah uang.
Melainkan persatuan.
Dan dalam banyak kasus sejarah, yang menang bukan yang paling kaya, melainkan yang paling utuh, paling bersatu.
Dan dari sini, ada pelajaran yang relevan untuk semua, termasuk untuk negeri kita tercinta 🇮🇩.





