
Jika ada satu pelajaran yang saya bawa dari The Count of Monte Cristo, mungkin ini:
Orang baik pun bisa dihancurkan oleh iri hati.
Edmond Dantès tidak jatuh karena ia lemah. Ia dijatuhkan karena kariernya membuat orang iri, cintanya membuat orang lain dengki, dan ada seseorang yang mengetahui ketidakadilan itu tetapi memilih diam.
Kejahatan jarang bekerja sendirian.
Ia membutuhkan pelaku, kepentingan, dan kadang-kadang: diamnya orang yang tahu.
Dantès kehilangan kebebasan, masa depan, dan orang-orang yang dicintainya. Penjara hampir menguburnya hidup-hidup.
Tetapi justru di sana ia belajar.
Ia bertahan.
Ia berubah.
Dan ia menemukan jalan keluar.
Ia akhirnya kembali jauh lebih kuat daripada orang yang dahulu mereka jatuhkan.
Namun kemenangan itu datang dengan harga yang mahal.
Edmond Dantès harus melewati neraka terlebih dahulu sebelum akhirnya merebut kembali hidupnya.
Mungkin itu pelajarannya:
Kadang hidup membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita pilih.
Tugas kita bukan memastikan kita tidak pernah jatuh.
Tugas kita adalah memastikan bahwa ketika keluar dari sana, kita tidak lagi menjadi orang yang mudah dihancurkan.
Dan yang lebih penting:
Kita tidak membawa dendam itu keluar bersama kita.



