
Ketika Ayatollah Khomeini wafat, seperenam rakyat Iran, sekitar 10 juta manusia, turun ke jalan.
Lautan manusia itu bukan sekadar pemakaman. Itu adalah demonstrasi legitimasi.
Sebuah pernyataan kolektif bahwa revolusi masih hidup.
2026.
Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan militer.
Sejarah tidak bergerak pelan hari ini. Ia bergetar.
Jika kematian Khomeini adalah momen konsolidasi, maka kematian Khamenei adalah momen ujian.
Sebab yang akan menentukan masa depan Iran bukan hanya elite.
Bukan hanya Dewan Ulama.
Bukan hanya Garda Revolusi.
Yang akan menentukan adalah jalanan.
Apakah jutaan manusia kembali turun sebagai tanda kesetiaan?
Ataukah yang turun justru mereka yang menuntut perubahan?
Dalam setiap sistem politik, ada satu indikator paling jujur, yaitu siapa yang bersedia berdiri ketika risiko itu nyata.
Dan tidak ada risiko yang lebih nyata ketimbang rudal yang mungkin turun dari langit.
Apa pun itu, senjata bisa mengubah kepemimpinan. Tapi hanya rakyatlah yang menentukan arah sejarah selanjutnya.





