
Saat duduk mendengarkan ceramah takziah, seseorang sambil tersenyum memberi saya salak.
Saya menoleh, setengah kaget, ternyata Pak Haji Umuh Muchtar, salah satu pemilik Persib.
Saya pun berterima kasih, mengupas salak tersebut, dan memberikan bagian pertama kepada beliau sebagai penghormatan.
Usai rangkaian acara, saya berkata pada beliau, “Izin Pak Haji Umuh, kami sedang merintis SSB kecil, ingin belajar dari Pak Haji bagaimana caranya tumbuh jadi klub besar.”
Beliau menjawab hangat, “Silakan, ditunggu di Bandung. Kita ngobrol panjang.”
Sehat selalu, Pak Haji Umuh.





