
Sulit dikalahkan musuh. Dibunuh kawan sendiri.
Plutarch menulis tentang Sertorius, seorang jenderal Romawi yang tersingkir dari Roma, lalu membangun kekuatan baru di Hispania.
Ia cerdas. Tangguh. Dan mampu membuat bangsa asing memilih mengikutinya.
Roma berkali-kali kesulitan mengalahkannya.
Tapi Sertorius akhirnya tidak jatuh di tangan musuh.
Perpenna, salah satu komandannya sendiri, iri pada pengaruh dan kedudukannya. Iri hati itu kemudian berubah menjadi konspirasi dan pembunuhan.
Semakin besar nama Sertorius, semakin besar pula iri hati di sekelilingnya.
Barangkali memang tidak semua orang keberatan melihat kita berhasil. Sampai keberhasilan kita mulai melampaui mereka.



