
Pada 1976, seorang guru matematika berbohong soal gelar agar diterima bekerja di Bear Stearns, Wall Street.
Tak lama ia ketahuan, tapi tetap diberi kesempatan.
Sejak saat itu, batas terus bergeser.
Menyalahgunakan fasilitas perusahaan.
Memberi akses ilegal ke “hot deals”.
Melanggar aturan broker.
Diperiksa.
Didenda.
Tetapi tetap dipertahankan.
Ia belajar ilmu culas: selama dekat dan disayang bos, kesalahan bisa ditoleransi.
Dari manipulasi gelar ke manipulasi finansial.
Dari penipuan ke eksploitasi.
Dari kejahatan seksual ke perdagangan manusia.
Dosis kejahatan meningkat, karena pembiaran demi pembiaran.
Semakin bejat, karena relasi kuasa mampu membungkam tak hanya korban, tapi juga fakta.
Bertahun-tahun kemudian, salah satu mantan bosnya menyesal, “Saya tak menyangka saya telah menciptakan monster.”
Monster itu bernama Jeffrey Epstein.
Dan banyak manusia mungkin selamat, jika sejak awal ada yang tegas menghentikannya, saat kebohongan pertama terungkap.





